BINATANG BUAS ITU – IWAK


JUDUL: BINATANG BUAS ITU – IWAK. Mix-media: cat minyak, cat poster, kulit telur ayam di atas plywood 3mm. Ukuran: 40cm x 60cm. Unframed. Kreator: Arsyad Villa.

Ikan tidak pernah hidup mengalir saja bersama air. Dia meliuk. Melompat, melawan arus, bersembunyi di relung sungai, menyergap.

Karena dia punya tujuan yang pasti!

binatang buas-iwak - fb

 

RICHARD PARKER – BINATANG BUAS ITU


richard parker

Kulit telur ayam di atas plywood 3mm. Ukuran: 60cm x 40cm. unframed. Glossy coated. Lukisan dalam nuansa gradasi coklat. Creator: Arsyad Villa.

Lukisan ini terinspirasi dari tokoh Richard Parker dalam film The Live of Phi (2012). Karater harimau Bengala yang digambarkan tidak pernah menjadi teman walaupun sudah berjuang bertahan hidup bersama Phi. Harimau ini tetap adalah binatang buas yang siap menjadi ancaman. Tetap binatang buas dan tidak pernah berubah menjadi binatang peliharaan.

Waspadalah!

BINATANG BUAS ITU – THAT BEAST IN YOU


Di dalam diri semua manusia terdapat seekor binatang buas. Dia akan semakin membesar setiap kali kita memberinya makan. Sampai suatu saat, dia sangat membesar, mengisi semua relung dirimu dan menjadi kamu!

Dan dirimu yang sesungguhnya hanyalah tinggal tubuh. Tulang, daging dan penampilan fiskmu.

Aku sendiri, di dalam diriku terdapat macan kumbang. Hitam dan lincah. Dia terdengar mengaum. Sesekali tertawa. Melompat dari satu sel ke sel yang lain. Terutama sekali dia gemar bersembunyi di balik mataku.

Sekuat-kuatnya, aku mencoba tak memberinya makan. Dia mengecil dan sekarang hanya berwujud seekor kuning. Hitam. Ekornya panjang. Senang dengan kelinci. Tapi hanya mengeong.

Aku takut suatu saat tak sengaja memberinya makan, dia akan menjelma sebagai seekor macan hitam yang tangguh kembali.

Maka aku berpuasa. Untuk si kucing, dan aku sendiri.

Dia tidak bisa mati. Sampai kitapun mati.

Namun kalau aku mati nanti aku ingin mati sebagai aku dan bukan dia. Dalam sepanjang hidupku, kalau aku menatapmu, ganas seperti macan, sadarilah sepenuhnya. Sejatinya itu adalah aku dan bukan sang macan!

Kucing hitam kecil itu tetap saja melompat dari sel ke sel. Dari organ ke organ. Dari urat ke urat. Mengeong. Meminta makan.

Jangan kau beri!

Sebab –dia yang telah berubah menjadi aku- akan menerkammu. Melumat dan menelan dirimu, juga binatang buas di dalam dirimu.

SOULMATE


soulmate

Judul Lukisan: Soulmate. Kulit telur ayam di atas plywood 3mm. Ukuran: 60cm x 40cm. Creator: Arsyad Villa.

Melengkapi lukisan sebelumnya. Dibuatlah lukisan ini dalam warna hitam, putih dan coklat.

 

TRANSFORMASI


transformasi

Judul Lukisan: Transformasi. Kulit telur ayam di atas plywood 3mm. Ukuran 60cm x 40cm. Creator: Arsyad Villa.

Tadinya mau menggambar mawar, di tengah-tengan wip berbalik menjadi kaligrafi Allah. Jadilah sebuah kaligrafi dengan nuansa putih, hitam, hijau dan coklat.

IWAK 0614


iwak0614

Kulit telur ayam di atas batik Pekalongan. 60cm x 40cm. Unframed. Creator: Arsyad Villa.

Sebuah percobaan menggambar ikan di atas batik dengan nuansa warna coklat, hitam, kuning dan pola batik bunga-bunga oranye.

 

IWAK


coklatkayuKulit telur ayam di atas plywood 3mm. 60cm x 40cm. Unframed. Creator: Arsyad Villa.

Ini adalah percobaan pertama saya membuat lukisan kulit telur. Warna utama coklat dengan gradasi putih – hitam.

ORANG GILA DI CILEGON


Untuk kota yang tak terlalu besar, Cilegon memang menyimpan banyak orang gila. Cirinya: gelandangan, kumuh, pakaiannya compang-camping, nyengir-nyengir sendiri dan kotor sekali. Hampir di setiap persimpangan besar, pemandangan ini terlihat. Tak jauh dari tempat saya tinggal (saya tinggal di kos-kosan, sodara-sodara…), di tikungan Cigading Port (Jalan Raya anyer km 10), sekurangnya terlihat 3 orang dengan penampilan tersebut. Kadang mengagetkan dengan tiba-tiba muncul meminta rokok, sewaktu kita sedang makan di warung. Kadang pula terpergok mencuri pakaian di jemuran.

Kalau ingin melihat, coba berjalan (pake mobil om, biar gak gempor) dari Serang – Cilegon – Anyer. Sungguh kota kecil ini menyimpan banyak orang gila. Ini pemandangan yang tidak menyenangkan memang. Secara manusiawi, seharusnya mereka tinggal di RSJ untuk disembuhkan. Tapi, orang gila yang gelandangan, tanggung jawab siapa? Bukan seharusnya Negara? Apa tidak diatur di dalam Undang Undang? Mereka ada di jalan tak ubahnya gelandangan, pengemis dan pengamen (tak lupa para pencopet dan penghipnotis).

Dari mana orang-orang ini datang? Bagaimana asal-usulnya? Apa punya KTP di sakunya? Siapa keluarganya? Apakah masih ada yang mengenal siapa dia dulunya, sebelum terlunta-lunta nyengir-nyengir di pinggir jalan, hidup dari mengais kotak sampah?

Setidaknya ada 2 (dua) versi keberadaan mereka yang saya pernah dengar (ini jadi semacam urban legend juga). Pertama, mereka datang dari Jakarta, sengaja atau tidak menumpang kereta barang. Di tikungan Cigading Port ini memang terdapat jalur rel kereta yang keretanya akan melambat sebab melintasi jalur raya. Pada saat inilah mereka bisa turun dari kereta.

Kedua, orang-orang ini adalah kiriman dari kota lain (jadi ingat hujan kiriman dari Bogor ke Jakarta), yang tidak ingin jalan-jalan di kotanya dikotori oleh pemandangan tak layak. Konon, apabila musim piala Adipura, jumlah orang gila di Cilegon akan meningkat drastis sebab salah satu kriteria untuk memenangkan Adipura adalah penghitungan jumlah gelandangan, pengemis dan orang gila. Jadi, kota-kota yang bernafsu memenangkan pila ini akan mengirim orang gila dari kotanya ke Cilegon.

Ada pendapat lain?

CROP CIRCLE; SUATU BENTUK MURAL


Indonesia dibuat geger lagi bukan berita yang sensasional semacam video Ariel-Luna, melainkan “Crop Circle”. Pola geometris yang muncul di persawahan di dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dua hari lalu. Konon buatan alien, konon pula buatan mahasiswa FMIPA – UGM. Entahlah.


(foto dari: http://www.tribunnews.com/2011/01/25/pembuat-crop-circle-diduga-mahasiswa-fmipa-ugm)

Pola geometris berulang dan bertumpuk, yang biasanya berbasis lingkaran, ditemukan tercetak terhadap sebidang lahan sawah. Padi-padinya menekuk sehingga dari tempat yang tinggi (pohon atau menara sutet) akan terlihat jelas pola geometris itu. Indah memang.

Crop circle ini, seperti yang pernah muncul sebelumnya di negara lain (biasanya terhadap ladang gandum), terjadinya di malam hari. Setelah ditemukan pada pagi hari, biasanya akan banyak orang mengatakan bahwa pada malam itu mendengar suara ribut, angin kencang atau sinar-sinar. Pada waktu itu terjadi, orang-orang itu malah tidak ada yang berlarian ke luar rumah mencari tahu apa yang terjadi?. Orang menghubungkan dengan alien.

Padahal dalam budaya Indonesia, penjelasan mengenai alien ini tidak pernah dikenal. Kita mengenalnya justru dari film-film Holywood, macam X-Files atau Man In Black itulah. Kita lebih mengenal kerja semalam ini dilakukan oleh bangsa Jin, seperti legenda Tangkuban Perahu atau Candi Prambanan. Dalam film-film itu sering pula diceritakan mengenai penculikan oleh alien terhadap manusia (apa gak ada manusia yang kepingin menculik alien? Yang lucu, imut, berwarna hijau dengan kepala besar bermata merah itu?) yang diakhiri dengan anal probing. Entah bagi alien-alien itu, seberapa menariknya anal manusia sehingga senang sekali melakukan anal probing itu?

Entah alien atau bukan, menurut saya, circle crop memang menarik. Polanya rumit, matematis. Rapi dibuat di tempat terbuka umum (sawah atau ladang). Dikerjakan dalam semalam. Pekerjaan ini sensasional karena banyak penjelasan yang muncul mengaitkannya dengan alien. Medan magnetlah, serbuk logamlah, radiasilah. Kita menuduh alien untuk hal-hal yang tidak kita mengerti. Boleh jadi Gayus yang sukar dijelaskan itu juga alien.

Okelah bahwa dalam kasus-kasus munculnya crop circle di banyak negara memang jarang ketahuan siapa pelakunya. Tapi indah bukan?


(Foto dari: http://rovicky.wordpress.com/2011/01/24/cara-membuat-crop-circle/)

Kehadirannya yang indah, unik, muncul di malam hari dan menggegerkan di pagi hari menurut saya tak ubahnya dengan grafitti. Seni mural –memilih fasilitas dan lokasi paling umum- yang dulu dianggap vandalisme sekarang sudah memiliki tempat dalam peta seni rupa dunia. Biasanya anonimus. Namun, sekarang, melukis di tempat umum seperti tembok pinggir jalan, kaki jembatan tol sudah tidak vandal lagi. Bahkan ada grafitti “pesanan” yang berisi kampanye dari instansi pemerintah. Tema-temanyapun sangat publik seperti: Jagalah Kebersihan, Ayo Sekolah, dan lain-lain.

Crop Circle, jika nanti sudah tidak dianggap alien lagi mungkin akhirnya akan dianggap mural juga. Pada saat itu datang, maka barulah kita akan tahu siapakah pelukis-pelukisnya. Atau akan selamanya terkubur misteri? Sama misterinya bahwa Crop Circle pertama yang muncul adalah pola rumit di ladang gandum di Inggris tahun 1647.

Siapa pemilik misteri ini?

TERINGAT ANTHURIUM


Tidak ada yang dapat mengalahkan gilanya zaman Anthurium. Ini bukan zaman purba. Ini baru berlalu beberapa tahun saja. Indonesia –waktu itu- dilanda euphoria. Melebihi kejayaan Arwana, Louhan, Aglaonema, Adenium, Sansiviera.

Namun pada masa itu juga ada orang yang merasakan nikmatnya jadi petani. Dan masa itu boleh disebut masa keemasan tanaman hias. Yang ikut terangkat: Aglaonema, Adenium dan Sansiviera.

Beberapa kisah yang tercecer dari masa itu :

1. Nyari Pasir Malang Susah.
Betul. Pasir hitam ini laris manis tanjung kimpul banget. Media tanam super porous yang tadinya hanya diakrabi oleh pemain bonsai ini mendadak jadi barang buruan. Yang ikut memakai tak lain penggemar tanaman hias. Tanaman hias yang sebelumnya hanya diberi media tanah merah sekarang ganti pasir malang. Varian media yang juga ikut terdongkrak: moss (karungan), akar pakis, cocopeat, sekam basah dan sekam bakar sebagai campuran.

2. Rumah berkanopi Hitam.
Kanopi yang kita kenal berwarna-warni banyak juga yang digantikan oleh kanopi hitam. Ini sebenarnya net berwarna hitam (paranet) untuk mengurangi paparan sinar matahari. Anthurium memang tanaman dalam naungan. Karnanya sangat cocok dijadikan indoor plant.

3. Rumah berkerangkeng
Bagi para pemilik Anthurium (skala bisnis), banyak yang meninggikan pagar untuk melindunginya dari maling. Teralis ditambahi. Maling pada masa itu cepat tanggap trend. Daripada maling motor atau mobil, lebih baik maling tanaman. (Pertanyaannya adalah: siapa sih yang lebih pantas tinggal di balik jeruji? Kita atau para maling?)

4. Anthurium ditukar Mobil
Pemburu Anthurium yang keluar rumah mengendarai mobil pribadi, boleh jadi pulang dengan taksi. Bawaannya: Anthurium idaman.

5. ATM Hidup
Istilah ini disematkan pada tongkol buah Anthurium yang bijinya ranum merah. Sebutir biji dapat berharga beberapa ribu rupiah sampai beberapa puluh ribu rupiah.

6. Para Penipu
Mereka menyemai biji Randu yang pada saat semi satu daun agak menyerupai Anthurium juga. Benih yang tidak berharga dibandrol borongan harga istimewa. Untung besar.

7. Ganti Profesi
Para opportunis berganti seragam. Kontraktor meninggalkan proyeknya. Dealer mobil meninggalkan garasinya. Pemain bonsai menyimpan catoknya. Semua sibuk bisnis Anthurium.

8. Para Pemburu
Pemburu bonsai yang berjalan kaki ke tebing dan pinggir desa malih rupa menjadi pemburu Anthurium: dengan mobil keluar masuk perumahan. Mengejar gossip, rumor, isu.

9. Pupuk dan ZPT Racikan Baru
Produk ini dibuat demi memanjakan ilusi: mengejar daun yang hijau lebih gelap, lebih mengkilap, lebih gelombang (Gelombang Cinta), lebih pendek tangkainya. Wah.

10. Tukang Becak Jadi Jutawan
Alkisah seorang tukang becak yang dulunya sudah menanam Anthurium di halaman. Sudah besar batangnya dan sudah berbuah. Tidak dianggap istimewa tadinya. Sampai seorang pemburu lewat dan melihat dan ditawar puluhan juta rupiah. Angka yang tidak pernah dibayangkan oleh Pak Becak. Akhirnya transaksi dan merenovasi rumah. Becaknya dijadikan pajangan di teras rumah. Dia berhenti menarik becak.

Setelah selesai euphoria itu, siapa yang untung? Dan sekarang, kemana perginya Anthurium itu? Jadi tanaman yang besar-besarkah? Kembali ditanam di tanahkah? Bertapa? Menunggu booming kembali?

Seorang teman saya, sekarang, melengos setiap ada yang menyebut nama Anthurium. Sakitnya belum sembuh benar.