TERINGAT ANTHURIUM


Tidak ada yang dapat mengalahkan gilanya zaman Anthurium. Ini bukan zaman purba. Ini baru berlalu beberapa tahun saja. Indonesia –waktu itu- dilanda euphoria. Melebihi kejayaan Arwana, Louhan, Aglaonema, Adenium, Sansiviera.

Namun pada masa itu juga ada orang yang merasakan nikmatnya jadi petani. Dan masa itu boleh disebut masa keemasan tanaman hias. Yang ikut terangkat: Aglaonema, Adenium dan Sansiviera.

Beberapa kisah yang tercecer dari masa itu :

1. Nyari Pasir Malang Susah.
Betul. Pasir hitam ini laris manis tanjung kimpul banget. Media tanam super porous yang tadinya hanya diakrabi oleh pemain bonsai ini mendadak jadi barang buruan. Yang ikut memakai tak lain penggemar tanaman hias. Tanaman hias yang sebelumnya hanya diberi media tanah merah sekarang ganti pasir malang. Varian media yang juga ikut terdongkrak: moss (karungan), akar pakis, cocopeat, sekam basah dan sekam bakar sebagai campuran.

2. Rumah berkanopi Hitam.
Kanopi yang kita kenal berwarna-warni banyak juga yang digantikan oleh kanopi hitam. Ini sebenarnya net berwarna hitam (paranet) untuk mengurangi paparan sinar matahari. Anthurium memang tanaman dalam naungan. Karnanya sangat cocok dijadikan indoor plant.

3. Rumah berkerangkeng
Bagi para pemilik Anthurium (skala bisnis), banyak yang meninggikan pagar untuk melindunginya dari maling. Teralis ditambahi. Maling pada masa itu cepat tanggap trend. Daripada maling motor atau mobil, lebih baik maling tanaman. (Pertanyaannya adalah: siapa sih yang lebih pantas tinggal di balik jeruji? Kita atau para maling?)

4. Anthurium ditukar Mobil
Pemburu Anthurium yang keluar rumah mengendarai mobil pribadi, boleh jadi pulang dengan taksi. Bawaannya: Anthurium idaman.

5. ATM Hidup
Istilah ini disematkan pada tongkol buah Anthurium yang bijinya ranum merah. Sebutir biji dapat berharga beberapa ribu rupiah sampai beberapa puluh ribu rupiah.

6. Para Penipu
Mereka menyemai biji Randu yang pada saat semi satu daun agak menyerupai Anthurium juga. Benih yang tidak berharga dibandrol borongan harga istimewa. Untung besar.

7. Ganti Profesi
Para opportunis berganti seragam. Kontraktor meninggalkan proyeknya. Dealer mobil meninggalkan garasinya. Pemain bonsai menyimpan catoknya. Semua sibuk bisnis Anthurium.

8. Para Pemburu
Pemburu bonsai yang berjalan kaki ke tebing dan pinggir desa malih rupa menjadi pemburu Anthurium: dengan mobil keluar masuk perumahan. Mengejar gossip, rumor, isu.

9. Pupuk dan ZPT Racikan Baru
Produk ini dibuat demi memanjakan ilusi: mengejar daun yang hijau lebih gelap, lebih mengkilap, lebih gelombang (Gelombang Cinta), lebih pendek tangkainya. Wah.

10. Tukang Becak Jadi Jutawan
Alkisah seorang tukang becak yang dulunya sudah menanam Anthurium di halaman. Sudah besar batangnya dan sudah berbuah. Tidak dianggap istimewa tadinya. Sampai seorang pemburu lewat dan melihat dan ditawar puluhan juta rupiah. Angka yang tidak pernah dibayangkan oleh Pak Becak. Akhirnya transaksi dan merenovasi rumah. Becaknya dijadikan pajangan di teras rumah. Dia berhenti menarik becak.

Setelah selesai euphoria itu, siapa yang untung? Dan sekarang, kemana perginya Anthurium itu? Jadi tanaman yang besar-besarkah? Kembali ditanam di tanahkah? Bertapa? Menunggu booming kembali?

Seorang teman saya, sekarang, melengos setiap ada yang menyebut nama Anthurium. Sakitnya belum sembuh benar.

5 thoughts on “TERINGAT ANTHURIUM

  1. Mohon Maaf pak Cek…, sekedar koreksi, Anthurium bukan pakis haji… Asalnya juga bukan dari negeri kita… Anthurium dari Amerika Latin Pak…

  2. Betul Pak. Sampai suatu waktu di bulan Desember tahun 2006 saya pertama kali tercengang bingung….. Seorang telah menawar tanaman peliharaan saya seharga Rp 300.000. Padahal saya membelinya seharga Rp. 25.000. Besoknya pedagang tersebut cerita bahwa dia berhasil menjual tanaman tersebut seharga 2,5 juta. Akhirnya seluruh anthurium peliharaan saya ludes dengan harga yang tidak masuk akal. Sampai-sampai seedlings yang baru dua daun dibeli seharga Rp. 150000……. Saya senang sambil bingung… karena tiba-tiba banyak orang bicara anthurium..di kantor…di pasar…di masjid.. di bandara… semua bicara anthurium… Ada hikmahnya buat saya… karena semua tanaman yang saya pelihara dari kecil menjadi uang… Mudah-mudahan terulang kembali jaman edan itu…… Sekarang saya beli kembali anthurium dengan harga seperti pada tahun 2004…. Jenmanii Rp 25.000,- … Alhamdulillaah bisa koleksi lagi….

    • kisah yang manis dong pak mania. juga kita ingat bahwa ada yang ingin ikut ngekor, misalnya pakis ekor monyet, varian sirih (merah, putih bahkan sirih hitam yang dibumbui kisah mistis), termasuk keladi hitam

      wuih, tapi gak ada yang bisa mengalahkan anthurium.

      salam kenal

  3. Saya juga heran kenapa ramai-ramai memburu anthurium…padahal dikampung saya yang lama, tanaman itu perasaan banyak tumbuh dihutan-hutan dibawah naungan pohon bambu, pohon pakis haji dall dekat sungai dan ngarai…tapi jadi tamu istimewa di kota-kota………, tanaman yang aneh…

    • bahkan pemerhati marketingpun tidak bisa menjelaskan euphoria ini pak cek, 2 tahun itu adalah tahun teraneh di kalangan hobiis. tanaman hias berharga ratusan juta rupiah bahkan konon ada yang menyentuh harga milyard. wuih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s